Rabu, 09 Mei 2012

alat dan mesin pengendali gulma

Metrok (ngrambet)

1.    Gambar  alat pengendali gulma pada padi sawah
a.kayu
b. mata pisau


Ngarambet  adalah kegiatan penyiangan padi setelah ngalandak.  Kegiatan ini dilakukan kurang lebih 1 mg setelah ngalandak, dilakukan oleh ibu tani tanpa menggunakan alat bertujuan mencabut gulma yang tidak terjangkau oleh landakan. Kelemahannya adalah tangan menjadi sakit ketika tanahnya kering.
METROK  adalah alat ngarambet dengan cara kerja dikerok. Alat ini merupakan inovasi baru yang diciptakan untuk mempermudah kerja penyiangan padi .

Fungsi masing-masing dari bagian-bagian alat
- kayu : berfungsi untuk sebagai gangang pada besi untuk tempat pengangan dan      menpermudah pengerjaan. Hubungan kerja alat ini dengan mata pisau adalah sebagai tempat untuk  melengketnya pisau pada gagang memudahkan kita dalam mengunakannya.
- Mata pisau  : berfungsi untuk memotong gulma yang menggangu pada tanaman padi ynag di budidayakan .
Fungsi Penyiangan
•    Membersihkan gulma sehingga tidak terjadi persaingan akan kebutuhan metabolisme tanaman.
•    Memasok udara ke dalam tanah sehingga terjadi aerasi yang baik.
•    Memotong akar tanaman. dengan terpotongnya akar tanaman akan memacu partumbuhan cabang cabang akar yang lebih banyak dengan banyaknya akar maka pertumbuhan tanaman akan lebih bagus

Cara kerja alat
    carakerja alat ini sangat sesuai dengan keinginan petani karena alat ini tercipta dari ide praktis seorang petani. yaitu pengerat rumput  yang sangat efektip digunakan baik di lahan kering maupun dilahan sawah.

Perawatan alat
Agar alat yang digunakan dapat tahan lama, maka harus ada pemeliharaan alat setelah pekerjaan selesai.  Setelah alat selesai digunakan, bersihkan alat dengan cara mencuci dengan air hingga bersih dari kotoran tanah.   Karingkan alat dengan lap atau dijemur dibawah sinar matahari. Setelah kering alat dilap dengan kain yang diberi minyak pelumas atau minyak sayur, kemudian simpan pada tempat yang kering, jauh dari jangkauan anak.

Spreyer menggunakan mesin tenaga pengerak untuk mengendalikan      gulma pada padi
       







           






Bagian-bagian alat dan hubungan kerjanya
Berdasarkan prinsip kerjanya, maka alat penyemprot tipe gendong ini memiliki bagian utama yang terdiri :
1.    Tangki dari bahan plat tahan karat, berfungsi untuk menampung cairan pestisida
2.    Unit pompa, yang terdiri dari silinder pompa, piston dari kulit
3.    Tangkai pompa, berfungsi  untuk memompa cairan yang ada dalam tangki
4.    Saluran penyemprot, terdiri dari kran, katup serta pipa yang bagian ujungnya dilengkapi nosel.Manometer, berfungsi untuk mengukur tekanan udara di dalam tangki.hubungan kerjanya adalah untuk mengetahui berpa tekanan yang ada dalam tangki agar menpermudah mengeluarkan hembusan melewati nozel.
5.    Katup pengatur aliran cairan keluar dari tangki Katup pengendali         aliran cairan bertekanan yang ke luar dari selang karet Laras pipa penyalur aliran cairan bertekanan dari selang menuju ke nosel                            
6.    .Nosel, berfungsi untuk memecah cairan menjadi pertikel halus sehingga hasil semburan menjadi merata.
7.    Mesin pengerak, berfungsi untuk menbantu memompa tangki untuk mengeluarkan cairan pestisida melalui nozel hubungan kerja alat ini dengan nozel yaitu untuk memonpa air yang ada dalam tangki .
8.    Tutup sprayer berfungsi untuk menutup agar air tidak tumpah pada tangki hubungan kerjanya adalah pada tangki yang saling untuk melengkapi agar air tidak tumpah.

Kemanpuan kerja
    Alat ini menpunyai kemanpuan kerja yang cukup tinggi karna di gerakkan oleh mesin pengerak dan dalam pengerjaan sangat cepat karna dalam penggunaan tidak perlu lagi menggunakan pompa dalam mengendalikan hama yang menyerang pada penbudidayaan tanaman padi.
prinsip Cara kerja  
Prinsip kerja alat penyemprot handsprayer adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan (hydraulic atomization), yakni cairan di dalam tangki dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut. Cairan dengan tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.



Mesin Penyiang Bermotor

Spesifikasi Teknis:
•    Tipe : Walking Type
•    Penggerak : Motor Bensin, 2 Tak, 2 HP /6500 rpm
•    Pajang : 1.550 mm
•    Lebar : 620 mm
•    Tinggi : 960 mm
•    Berat : 21 Kg (termasuk mesin)
•    Kecepatan Jalan : 2 – 2,5 km/jam
•    Lebar Kerja : 2 baris x 20 cm, 2 baris x 25 cm
•    Kapasitas Kerja : a) Satu Arah : 0,067 Ha/ jam; b) Dua Arah : 0,037 Ha/ jam

Mesin penyiang bermotor untuk gulma padi lahan sawah sudah sangat diperlukan oleh petani karena kegiatan pengendalian hama, melalui penyiangan merupakan salah satu kegiatan penting dalam budidaya tanaman padi secara intensif untuk meningkatkan produktivitas hasil persatuan luas. Adanya kecenderungan pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor jasa dan industri; di beberapa daerah telah mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja untuk penyiangan.
Bagian-bagian alat, fungsinya dan hubungan kerjanya
1.    Stang kemudi : berfungsi untuk mengatur arah jalannya mesin penyiang hubungan kerjanya dengan tuas gas yang mengatur tingginya gas.
2.    Tuas gas : berfungsi untuk mengatur gas hubungan kerjanya dengan stang kemudi untuk mengatur jalan mesin penyiang .
3.    Tangki bahan bakar berfungsi untuk menyimpan bahan bakar agar selalu tersedia kalau dalam pemakaiannya. Hubungan kerjanya dengan komponen yang di transper agar menjadi bahan bakar agar mesin dapat di fungsikan.
4.    Mesin pengerak berfungsi untuk menberi daya kepada komponen-komponen yang ada agar menpermudah pengerjaan dalam penyiangan gulma.
5.    Pelindung weeder berfungsi untuk melingdungi petani agar terhindar dari resiko bahaya.
6.    Rangka berfungsi untuk tempat untuk memasang dari suatu system.
7.    Ekor peluncur berfungsi untuk menahan saat mesin penyiang selesai di gunakan.
8.     cakar  penyiang  merupakan eksekutor dalam mesin ini, cakar terdiri dari roda yang terbuat dari plat besi, dan cakar sendiri dibuat dari bahan paku baja yang dibengkokkan di ujungnya. Untuk membuat roda diperlukan plat besi yang dibentuk menggunakan pahat.

 Cara pengoprasian mesin penyiang
     Kerja mesin penyiang mekanis ini akan baik apabila kondisi lahan dan tanaman sesuai dengan persyaratan mesin ini, yaitu kondisi lahan tergenang air macak-macak setinggi 1- 5 cm, kedalaman lapisan lumpur sawah (diukur dengan cara orang berdiri di lumpur) maksimum 25 cm.
Syarat dari kondisi tanaman yang dikehendaki alat ini adalah jarak tanam antar baris harus lurus dan tetap. Apabila diinginkan penyiangan dalam dua arah membujur dan melintang tanaman padi harus ditanam dalam dua arah lurus, biasanya petani menggunakan caplak untuk membentuk alur sebelum ditanam. Jarak tanam padi sawah di Indonesia sangat bervariasi tergantung kebiasaan petani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar