Rabu, 27 Maret 2013

alat pemanen buah manggis

artikel lain
A.                LATAR BELAKANG
            Pohon manggis atau bahasa Latinya Garcinia mangostana L. adalah tanaman liar dengan ciri panjang daun lebih dari 20 cm dengan lebar 10 cm. Ketebalan kulit buah yang berasal dari famili Clusiaceae ini cukup tebal berkisar 9 mm hingga lebih serta diameter buah pun besar  lebih dari 6,5 cm Yang menarik dari buah yang berwarna merah keunguan ini banyaknya buah tiap tandan adalah 1 butir. Tinggi tanaman ini bisa mencapai 7 sampai 25  meter.
Permintaan pasar dunia akan buah manggis tidak pernah jenuh sehingga manggis dapat menjadi komoditas ekspor yang sangat prospektif. Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, dan Arab Saudi merupakan pasar ekspor buah manggis yang potensial. Ekspor buah manggis Indonesia pada musim hujan berkisar antara 200-350 t/bulan, dengan nilai US$350.000. Harga buah manggis untuk pasar ekspor jauh lebih tinggi dibanding harga di pasar lokal, sekitar 5-8 kali. Namun demikian, persyaratan mutu buah manggis dari negara-negara pengimpor sangat tinggi sehingga banyak buah manggis yang tidak memenuhi syarat untuk diekspor.
Dalam pemanenan buah manggis dari pohonya, banyak sekali kendala yang dihadapi oleh petani. Salah satunya adalah tempat tumbuhnya. Dengan tempat yang landai, dimusim hujan petani akan mengalami kesulitan dalam memanen buah manggis, karena kondisi tanah yang yang licin.
Pemetikan merupakan salah satu titik kritis dalam mempertahankan mutu buah manggis. Sebagianbesar pohon manggis merupakan tanaman liar di hutan dengan tinggi lebih dari 10 m. Tanaman tumbuh di tempat yang tidak datar, bahkan di beberapa lokasi, pohon manggis tumbuh di lereng-lereng atau bukit. Dengan tempat tumbuh seperti itu, pemetikan menjadi sangat sulit dan biasanya dilakukan dengan memanjat pohon. Menurut pengalaman para petani, apabila pohon terlalu sering dipanjat maka buah pada cabang yang sering diinjak akan mengandung getah kuning. Buah yang mengandung getah kuning akan berasa pahit sehingga tidak dapat dikonsumsi. Selain itu, memanjat pohon yang terlalu tinggi, terlebih lagi pada musim hujan, cukup berbahaya bagi pemanjat sehingga perlu digunakan alat pemetik.
Teknik pemetikan buah manggis sangat menentukan kualitas dari buah yang didapatkan. Biasanya, petani buah manggis akan memanjat pohon itu sendiri tanpa alat bantu untuk memanen buah manggis. Hal ini dapat membahayakan keselamatan perani tersebut.  Selain itu jika petani tersebut terlalu sering memanjat pohon manggis, maka buah yang berada dekat ranting yang sering dipanjat itu akan terasa pahit karena mengandung getah kuning. Sehingga dapat menurunkan kualitas dari buah yang didapat.
Alat pemetik buah manggis yang digunakan petani biasanya berupa galah dari ranting kayu atau bambu dengan panjang 1,5-2 m. Pada ujung galah diikatkan pengait dan wadah buah. Dengan panjang galah yang hanya 1,5-2 m, maka pemetikan buah yang berada pada ketinggian di atas 2 m perlu dilakukan dengan memanjat pohon sehingga frekuensi pemanjatan masih cukup tinggi. Seandainya petani memperpanjang galah tersebut menjadi 6-8 m, tentu akan sulit membawa galah sepanjang itu dari rumah ke kebun atau hutan.
Alat pemetik manggis tipe teleskopik dibuat untuk mengatasi berbagai kendala dalam pemetikan buah manggis. Agar mudah dioperasikan, alat pemetik dibuat dari bahan yang cukup ringan namun tidak melengkung, misalnya aluminium. Alat pemetik ini berupa rangkaian pipa aluminium dengan panjang tiap pipa 2 m dan diameter yang berbeda- beda. Panjang alat ini 6-10 m. Pada ujung alat pemetik dipasang pengait dari stainless steel serta kantong berukuran panjang 25 cm, lebar 17 cm dan tinggi 20 cm, terbuat dari kain halus. Kantong berfungsi untuk menampung buah yang baru dipetik agar tidak jatuh ke tanah. Dengan demikian, buah aman dari kerusakan seperti memar atau terlepasnya kelopak.
Untuk alat pemetik dengan panjang 6 m (3 pipa galah), pipa ketiga dapat dimasukkan ke pipa kedua, selanjutnya pipa kedua dimasukkan ke dalam pipa ketiga. Pemanjangan alat pemetik dilakukan dengan memutar penyambung (terbuat dari nilon) ke arah kanan (mengendorkan), menarik pipa galah di atasnya hingga panjang tertentu (mendekati 2 m) kemudian memutar penyambung ke arah kiri (mengunci). Untuk memendekkannya dilakukan urutan sebaliknya.

B.                 METODE /CARA KERJA ALAT
Adapun cara kerja alat ini jika akan digunakan pada pematikan buah manggis pada pohon yang sangat tinggi  yaitu, cara kerjanya pipa pertama dapat dimasukkan ke pipa kedua, selanjutnya pipa kedua dimasukkan ke dalam pipa ketiga. Semakin keatas diameter pipa semakin kecil. Pemanjangan alat pemetik dilakukan dengan memutar penyambung yang terbuat dari bahan nylon ke arah kanan untuk mengendorkan, menarik pipa galah di atasnya hingga panjang tertentu dengan maksimal pemanjangan 2 meter per pipa kemudian memutar penyambung ke arah kiri untuk mengunci. Untuk memendekkannya dilakukan urutan sebaliknya. Dimana alat ini juga dapat dilingkungkan sehingga memudahkan penggunanay. Dengan demikian, alat ini dapat digunakan untuk memetik buah pada berbagai ketinggian.

C.    PRODUKTIVITAS / KEMAMPUAN KERJA
Adapun kemampuan kerja dari alat ini yaitu
§  Alat ini mampu memanen atau memetik buah manggis sampai dengan 50 kg per hari tapi hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dari keadaan ranting tanaman tersebut.
§  alat ini mampu menjangkau buah yang letaknya sangat tinggi .
§  Alat ini dalam pengoperasiannya dapat dilengkungkan untuk menjangkau buah yang berada pada daerah tangkai yang sulit dijangkau oleh alat lain.
§  Alat ini dapat diperpanjang dari 2 sampai dengan 8 meter .

D.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN 

Ø  Kelebihan  alat ini antara lain adalah:
1)      ringan dan mudah dibawa, karena terbuat dari pipa aluminium yang dapat dipendekkan menjadi 2 m;
2)      mudah digunakan pada berbagai kondisi lahan tempat tumbuh pohon manggis;
3)      konstruksi dirancang sedemikian rupa sehingga tangkai buah akan terlepas dari ranting hanya dengan menggeser pemetik ke samping;
4)      buah aman dari memar atau kelopak terlepas sehingga mutu buah lebih baik
Ø Kekurangan alat ini antara lain adalah  :
1)      Buah yang belum sempurna tingkat kematangannya juga ikut terpanen karena tidak memiliki alat pendeteksi tingkat kematangan buah.
2)      Kapasitas kantong /tempat buah yang telah dipanen tidak terlalu banyak.
E.   SPESIFIKASI
  •   Tipe                             : Teleskopik Panjang maksimum:8 meter 
  •   Panjang maksimum      : 8 m 
  •   Bobot                          : 2 kg
 GAMBAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar